Alasan Mengapa Pria Jarang Mengganti Status Single Facebooknya

Sebelum Anda salah paham, luangkan waktu untuk mempertimbangkan alasan mengapa ia belum mengganti status hubungannya.

https://bengkelsainsandtechno.files.wordpress.com/2010/12/22067_103860209634631_100000319579636_90223_6613267_n.jpg?w=300 

Bukan sesuatu yang mudah

Dalam salah satu adegan film klasik “The Social Network”, Eduardo Saverin, salah seorang pendiri Facebook menghadapi wajah murka kekasihnya karena belum juga memperbarui status hubungannya. Ternyata alasannya, dia tidak tahu bagaimana mengubahnya.

Pendirinya saja belum terlalu mahir menggunakan Facebook, bagaimana jutaan pria lainnya? Faktanya, tidak semua pria punya keterampilan yang sama berhadapan dengan internet, khususnya situs jejaring sosial.

Bila si dia tetap mencantumkan status “single” saat sudah merajut asmara bersama Anda, mungkin ia mendefinisikan kata ‘Single’ secara berbeda.

“In relationship” bisa bermakna samar, tidak selalu berarti “Punya kekasih”. Apalagi dalam situs jejaring sosial, akurasi informasi tidak selalu terjamin kebenarannya. Toh, Anda telah memiliki hatinya.

Tidak terpikir

Berapa kali Anda log in ke Facebook hanya untuk memeriksa berita atau pesan terbaru, tapi akhirnya tergoda ingin main Farmville atau Mafia Wars? Hal ini banyak terjadi.

Bagi sebagian orang, profil adalah salah satu hal yang mereka update saat sign up ke Facebook, dan seterusnya, hampir tidak pernah disentuh lagi.

Jika kekasih Anda bukan tipe pria yang benar-benar senang berteman lewat situs jejaring sosial, bisa jadi dia belum juga mengubah status hubungan karena lupa. Dia menganggapnya membuka Facebook tidak lebih seperti membuka Google. 

Berbeda dengan Anda yang menjadikan situs jejaring sosial bagian dari jaringan pertemanan dalam kehidupan nyata.

Memalukan atau mengganggu

Anda memiliki seorang teman yang telah menikah tapi terlambat mengganti statusnya di Facebook. Beberapa bulan kemudian, dia menyadari bahwa foto profil dan statusnya masih tercatat sebagai ‘Single’. Dia pun mengubah statusnya, dan apa reaksi sesudahnya?

Setidaknya puluhan teman-temannya meninggalkan pesan, seperti “Ha ha ha… apakah suami kamu tahu?” atau “Kok aku enggak diundang ke pernikahanmu?”, dan banyak komentar lainnya ketika orang mengubah status mereka.

Bagi pria, komentar tersebut membuatnya tidak nyaman karena menyinggung kehidupan pribadinya, yang mungkin dapat meluap di dunia online.

Jika Anda tahu bahwa di dalam hati si dia selalu ada cinta untuk Anda, berikan ruang privasi untuknya. Dan ketika Anda ingin dia mengubah statusnya, jadikan hal tersebut tetap menyenangkan.

Terlalu cepat

Dalam dunia online saat ini, mengubah status hubungan memiliki konsekuensi yang tidak ringan. Anda mungkin pernah melihat status seorang, dari ‘Single’ ke ‘In Relationship’ lalu menjadi ‘It’s complicated’, dan kembali lagi ke ‘Single’ hanya dalam beberapa waktu. Tentu, Anda tidak ingin menjadi seperti orang tersebut, begitu pun si dia.

Jika Anda baru mulai berkencan, jangan terlalu berharap si dia akan segera mengubah status sampai dia merasa hubungan melangkah lebih serius. Anda bahkan mungkin membuatnya tidak nyaman dengan mengubah status profil terlalu cepat.

Waktu terbaik untuk mengubah status menjadi “In Relationship” adalah saat Anda berdua sudah merasa nyaman memanggil masing-masing sebagai “kekasih”.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: